17 Mei 2007

Nokia 6265

NOKIA 6265
CDMA Dengan Kamera 2MP

Nokia memang termasuk pemain baru dalam pasar CDMA. Namun di Indonesia, mungkin Nokia sudah dikenal sejak munculnya CDMA2000-1x pertama kali. Hal ini membuat banyak orang yang salah persepsi dan menganggap Nokia adalah pemain lama di CDMA. Daftar ponsel CDMA Nokia akan semakin panjang dengan dirilisnya Nokia 6265.

CDMA sliding ala Nokia
Nokia 6265 sebenarnya sudah dijadwalkan untuk tersedia pada awal tahun 2006 silam. Namun, karena satu dan lain hal, ponsel ini baru masuk sekitar dua bulan terakhir ini saja. Secara desain, ponsel dengan kemampuan dual band 800/1900 MHz CDMA2000-1x dan tampilan dengan resolusi 240x320 plus 262 ribu warna ini mirip dengan Nokia 6270 (GSM) yang lebih dahulu muncul. Namun, Nokia 6265 terlihat lebih halus dari sisi desain dan sliding-nya cukup rapat sehingga tidak menimbulkan getaran seperti saudaranya. Desain sliding ini membuat keypad tidak bisa diakses dalam keadaan tertutup sehingga bisa menghindarkan ketidaksengajaan tertekannya keypad numerik.

Dengan ukuran 98x48x22 mm dan berat 124 gram, ponsel ini terasa cukup kompak untuk dibawa. Selain itu, desain slidingnya membuat bagian mesin dan display terpisah. Efeknya adalah imbas panas yang ditimbulkan banyak ponsel CDMA tidak akan terasa sampai ke telinga pengguna.

Kamera 2 Megapixel
Feature lain yang terdapat pada ponsel layar lebar ini adalah tersediaya sebuah sebuah slot memori external yang bisa menampung memory card jenis miniSD. Nokia mengemas memori berkapasitas 64 MB pada paket penjualannya. Ponsel ini juga sudah memiliki memory internal sebesar 24 MB. Media player internalnya sanggup memainkan musik dengan format MP3, AAC, maupun eAAC+. Radio FM yang juga sudah tersedia built in dalam ponsel yang menggunakan baterai BL-6C dengan kapasitas 1070 mAh. Sarana multimedia terasa makin lengkap dengan kamera 2 MP yang sudah dilengkapi dengan lampu ekstra.

Kesimpulan :
Nokia 6265 adalah ponsel yang posisinya bisa disebut sebagai penerus Nokia 6255 yang sudah tidak lagi diproduksi. Secara spesifikasi, ponsel ini memang mempunyai kemampuan di atas pendahulunya. Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan yaitu pada saat ingin men-charge sebaiknya pencolokan jack ke ponsel dilakukan dengan hati-hati. Dari percobaan yang dilakukan CHIP, ponsel kadang tidak mau men-charge karena jarum charger yang ada di ponsel amblas ke dalam akibat dipaksakan untuk masuk sementara posisi konektor charger belum pas.

+ Konektivitas lengkap
+ Ergonomis bagus
- Konektor charger yang sering masuk ke dalam

(Sumber : Majalah CHIP)