Tampilkan postingan dengan label MOTOROLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTOROLA. Tampilkan semua postingan

18 November 2007

Motorola W510

Keluarga Clamshell Kelas Menengah
Penampilan memang tak jauh beda dengan seri RAZR dan RIZR. Bentuk clamshell (lipat) dengan pernak-pernik khas ponsel yang menyabet gelar ‘The Best Design’. Namun kali ini, W510 hadir sebagai pasokan handset kelas menengah dengan tetap menawarkan beragam kelebihan di kelasnya.

DESAIN

Tampilan fisiknya mencomot konsep ‘MOTOKRZR’, dengan ciri khas berupa susunan keypad datar berteknologi laser, yang cukup atraktif. Bahan yang digunakan sama dengan kepunyaan RAZR, yakni metal tipis dikolaborasikan bahan karet sebagai pembatas masing-masing keypad. Penggunaan material pembungkus kombinasi plastik keras dan metal khusus, berefek pada kokoh dan solidnya konstruksi dasar termasuk engsel lipatnya.


Layaknya ponsel lipat kebanyakan, Motorola W510 pun menyematkan dua layar sebagai pemanis tampilan. Sisi dalam dipasangkan LCD jenis TFT berkekuatan 262 ribu warna. Matriks aktif ini tertampil apik di penampang seluas 1,9 inchi. Pancaran warnanya pun cukup cerah, dan tak mencolok mata. Sementara di sisi luar hanya layar CSTN berkedalaman 65 ribu warna. Kerapatan gambarnya 96x80 piksel. Meski begitu, layar ini lumayan ampuh menampilkan beragam informasi semisal caller ID, jam, tanggal, dan indikator sinyal serta baterai.


Dua tombol pintar menghiasi sisi lipat W510. Sebelah kiri, fungsinya bisa diganti sesuai kebutuhan. Sementara disisi kanan, menyembul tombol untuk perekam suara sekaligus mengoperasikan fasilitas ‘voice command’.


ANTAR MUKA

Saat konsisi standby, layar utama W510 tak ada bedanya dengan tampilan display Motorola yang lain. Menu utamanya tersusun dalam formasi matrik grid 3x3, 9 ikon menu siap dieksekusi (Tools, Datebook, Setting, Recent Calls, Phonebook, Messages, Games & Application, WebAccess, dan Multimedia).


Hadirnya teknologi ‘SCREEN3’ mampu menyuguhkan suasana baru di tampilan layar Motorola W510. Beragam informasi online bisa tertampil manis, mulai berita kriminal hingga informasi cuaca.


Motorola W510 mengusung teknologi Java MIDP 2.0. Beragam software masih dimungkinkan untuk ditambahkan. Sayangnya, sistem multitasking tidak berjalan baik di W510. Contohnya, saat aplikasi pemutar musik dioperasikan, Kita tidak bisa sekaligus membuka fitur-fitur lain.


JARINGAN

Motorola W510 mampu berjalan di jaringan quadband GSM (850/900/1800/1900 MHz). Sayangnya network generasi ketiga (3G) tak disandangnya. Alhasil, layanan videocall dan kemampuan transfer data kecepatan tinggi via jalur 3G tak bisa dinikmati.


Ketika dijajal menggunakan beberap SIM Card operator, indikator sinyalnya cenderung stabil. Meskipun kondisi ini sebenarnya tergantung pada kulaitas jaringan operator, ketika dipakai untuk melakukan dan menerima panggilan, suaranya tetap terdengar jernih.


KAMERA

Motorola W510 dopersenjatai kamera 1,3 MP dengan kemampuan memperbesar obyek bidikan sebanyak 8x. Kinerjanya pun tercatat biasa saja. W510 mampu menjepret foto dengan pilihan resolusi yang beragam. Mulai dari 160x120, 320x240, 640x480 piksel hingga 1,3 MP.


Sayangnya fasilitas pendukung kinerja kamera tak disediakan W510. Misalnya modus pengaturan cahaya, exposure, efek, bahkan lampu flash tidak ada. Jadi, semuanya serba otomatis. Namun sebagai media fesyen, kinerja kamera W510 tercatat cukup bagus, baik untuk pengambilan di dalam ruangan maupun di luar ruangan.


Respon kamera saat pemotretan terbilang sempurna, relatif cepat dan lancar. Termasuk proses penyimpanannya juga cepat. Kualitas jepretan secara umum tampil sempurna, meski di beberapa bagian masih nampak sedikit ngeblur.


Selain pengambilan foto, kamera W510 juga cukup tangguh merekam video. Durasinya tak terbatas tergantung sisa memori. Format video yang mampu dieksekusi yakni 3GP, dengan resolusi gambar yanb bisa dipilh adalah small (128x96 piksel), medium (176x144 piksel), large (352x288 piksel).


MUSIC PLAYER

Player musik yan dibenamkan ke W510 merupakan aplikasi java, dan mampu mendukung format mp3, AAC, AAC+, dan AMR, tetapi tidak dilengkapi dengan pilihan equalizer. Namun, fitur layaknya player musik digital sejati semisal pengaturan ‘playlist’ berdasarkan lagu, album, artis, dan genre yang disediakan.


Posisi loudspeaker yang terpisah dengan earpace, cukup menguntungkan. Pasalnya, saat lagu didendangkan lewat media ini, kualitasnya bisa lebih mantap dan empuk. Namun, peletakannya terbilang kurang cermat yakni di bodi belakang, sehingga ketika ponsel diletakkan mendatar, kualitas suaranya jadi kurang menggelegar. Bahkan terkesan pecah, apalagi saat posisi volume diatur maksimal.


KONEKTIFITAS & INTERNET

Hadirnya port miniUSB dan teknologi Bluetooth, mempermudah pemakai Motorola W510 untuk saling berbagai file. Termasuk menjadikannya sebagai modem internet. Apalagi Bluetooth v2.0 yang tertanam mendukung profile A2DP, alhasil lantunan lagu bisa dialirkan ke perangkat audio berBluetooth yang kompatibel. Kinerja kedua media koneksi ini pun tercatat cukup bagus dan lancar.


Karena beroperasi di jaringan GSM generasi 2,5G, Motorola W510 hanya mengandalkan saluran data GPRS dan EDGE saja. Jalur ini pastinya tak sekencang 3G/WCDMA apalagi HSPDA, namun cukup bisa diandalkan untuk download dan browsing beragam konten internet via browser WAP 2.0.


MEMORY

Motorola W510 menyiapkan memori sebesar 23MB sebagai memori internalnya, tanpa penentuan alokasi ke masing-masing folder. Jadi hanya bisa memilih untuk memenuhinya dengan koleksi lagu, foto, video atau game.


Namun, sebagai ponsel multimedia kapasitas sebesar itu terasa kurang lega untuk menyimpan beragam file, seperti lagu. Untuk itu, Motorola W510 menawarkan alternatif tambahan berupa slot kartu memori berjenis MicroSD (TransFlash) yang mampu mendukung memori berkapasitas hingga 2GB. Sayangnya, dalam paket penjualan tak disediakan kartu tambahan ini.


Kesimpulan

Dengan karakter disain khas clamshell Motorola plus suntikan fitur terkini, W510 cukup pantas jadi primadona di jajaran ponsel-ponsel fesyen. Namun, minusnya teknologi 3G dan kurang maksimalnya kinerja player musik bisa jadi kendala. Apalagi dengan paket penjualannya yang sangat minim aksesoris.


+ Desain stylist
+ Kamera 1,3 MP
+ Teknologi SCREEN3
+ Bluetooth A2DP
+ Slot kartu MicroSD
- Belum 3G
- Tanpa autofokus & flash
- Minim fitur pendukung player musik
- Paket penjualan kurang lengkap (tak ada headset, kabel data, dan CD software)


(Sumber : Tabloid Pulsa)

Motorola SLVR L72

Ponsel Multimedia & Lifestyle
Tidak ada yang special dari fitur maupun content yang ditawarkan di Motorola SLVR L72. Semua relative dalam wujud sederhana. Fitur Google saja yang sedikit membawa “warna” baru bagi generasi Motorola candy bar ini.

SLIM
ALA RAZR
Tampaknya Motorola demikian setia dengan konsep desain yang dibawa dari era RAZR, mempertahankan desain tipis. Berbalut warna hitam, casing plastik ini terlihat kokoh dengan dukungan bobot ponsel yang terasa mantap dalam genggaman. Selain port USB yang dibiarkan terbuka dan slot memory microSD yang tertutup karet, semua tombol di sisi terlapisi chrome sehingga terlihat jelas.


Saat aktif, keypad yang transparan akan menampilkan warna biru dari lampu LED yang terletak di bawah lapisan keypad. Seperti keypad umumnya Motorola, keypad L72 pun terasa cukup besar, tidak ada masalah bagi mereka berjari besar. Kelincahan jari mengetik cepat pun terakomodir rapi, sehingga tidak perlu kuatir keahlian mengetik sms cepat tidak hilang di produk ini.

DISPLAY

Layar yang diusung oleh L72 berukuran 1.9 inch 176 x 220 262K colors TFT, sehingga wajar tampilan yang muncul cukup ekspresif. Kedalaman warna yang memadai dirasakan bermanfaat saat mempreview gambar ataupun video yang diambil. Kekuatan layar pun cukup nyaman saat kita melihatnya di outdoor karena mampu menghadang terik cahaya matahari yang memantul dan mengganggu penglihatan.


MENU KUNO

Bila memperhatikan main menu L72, sedikit agak terkesima. Mengapa ponsel yang telah mengusung network Quadband menampilkan menu antik, karena saat melihatnya seakan kita sedang melihat menu–menu dari produk Motorola lawas alias tempo dulu. Boleh jadi Motorola ingin sedikit memberikan sweet memory bagi pencinta Motorola di ponsel terbarunya ini.


Dari semua menu yang ada, menarik disimak justru menu Google yang tak lain sebagai short-cut kita ke browser Google. Tentunya untuk memanfaatkan fitur ini kita harus terkoneksi melalui teknologi GPRS.


KAPASITAS MEMORY

Saat pembelian, dilengkapi oleh memory card eksternal berupa microSD card. Karena total memory internal hanya 22 MB. Jumlah itu mungkin hanya cukup menyimpan nomor telepon dan beberapa foto saja. Keberadaan eksternal memori tersebut tentunya memberikan “nafas” bagi pengguna yang suka sekali mengabadikan obyek ke foto atau video yang memakan kapasitas memori cukup besar, juga bagi mereka yang gemar menyimpan file musik di dalamnya. Slot memori microSD mampu mendukung hingga 2 GB.


FITUR MULTIMEDIA

L72 hadir dengan kekuatan penuh menjadi ponsel pengusung multimedia. Sejumlah fitur terkait dibenamkan ke dalamnya. Sebagai media player musik kualitas suara mumpuni. Suara terdengar dengan nyaman di telinga, suara yang dikeluarkan dari speaker yang ada di belakang bawah pun cukup keras pada level 7 (maksimal). Tidak hanya itu, fungsi video dan kamera digital pun bisa dilakukannya dengan keluaran cukup baik, tentunya selama pencahayaan yang cukup, karena ponsel yang telah support teknologi PTT (Push To Talk) ini tidak dilengkapi oleh lighting internal. Guna menambah kepuasan, Stereo Bluetooth supports A2DP pun siap menghibur Anda.


CAMERA 2MP

Bagi yang suka mengabadikan momen ataupun even, L72 dilengkapi oleh kamera yang berfungsi alat rekam gambar dan video. Keduanya dapat dimanfaatkan maksimal 2 megapixel dengan 8x pembesaran. Maksimal resolusi yang diperoleh 1600x1200 pixel dengan hasil format bisa dipilih antara portrait atau landscape. Kualitas gambar ataupun video cukup memuaskan dengan tingkat ketajaman pun optimal, hanya memang diperlukan pencahayaan yang mumpuni agar tidak ada noise mengganggu.


Kesimpulan

Motorola SLVR
L72 merupakan device for fun tapi serius, optimal pada video, kamera ataupun fitur multimedia lainnya pun memadai dan memuaskan. Warna hitam yang menyelubungi semua bodi membuatnya sebagai produk yang garang sekaligus digital lifestyle yang sempurna.

+ Dilengkapi fitur PTT (Push To Talk)
+ FM stereo radio degan RDS dan tersedia short-cut khusus ke radio
+ Support Bluetooth
+ Tampilan menarik, langsing dan mirror bodi
- Menu kurang menarik
- Tidak ada flash untuk kamera


(Sumber : Mobile Magazine)

08 September 2007

Motorola ROKR E6

MOTOROLA ROKR E6
Hasil Perkawinan E680i + E2

Dalam hal ponsel musik, Motorola bukanlah pemain baru. Sebelum Sony Ericsson menggebrak dengan ponsel walkmannya, Motorola sudah mengenalkan E398 sebagai ponsel musik. Sayangnya Motorola kalah gesit dibandingkan Sony Ericsson. Pengembangan ponsel musik sepertinya kalah prioritas dibandingkan pengembangan ponsel tipis maupun modis. Akibatnya, Rokr E1 sebagai pengembangan E398, jauh dari harapan. Begitu juga dengan Rokr E2 yang kurang gregetnya di pasar. Untuk menutupi kelemahan dan menggantikan Rokr E2, Motorola mengeluarkan ponsel musik Rokr E6.

Desain

Seperti halnya E1 dan E2, Rokr E6 tetap mengambil bentuk batangan. Hanya saja pola batangannya berbeda dibandingkan pendahulunya. Kesan agak aneh pada E2 dihilangkan. Jadinya serba kotak memanjang, seperti E680, smartphone Motorola yang bergaya PDA phone dengan layer sentuh. Kesannya E6 itu seperti hasil perkawinan E680 dengan E2. Ada bagian yang mencolok di E2, yakni slot jack 3,5mm, juga terlihat pada E6. Begitu juga dengan speaker musik yang cukup besar dan berada di belakang bodi, mirip E2.


Tampak depan mulai dari atas, ada logo Motorola yang berada di speaker untuk bertelepon. Di bawahnya merupakan layar lebar resolusi 240x320 pixels dengan ukuran 2,4’ inchi. Layar tersebut punya kemampuan sentuh dan bisa diatur dengan menempatkan fitur andalan di bagian depan seperti shortcuts. Di bawahnya terdapat tombol navigasi lima arah yang dikelilingi tombol ikon merah, ikon hijau, akses langsung ke internet dan tombol kembali.


Di sisi kiri bodi, mulai dari atas ada pengaur volume, slot kartu memori SD. Ada juga tombol audio player untuk play/pause dan skip kiri/kanan. Sedangkan di sisi kanan, hanya ada shutter kamera dan tombol pengunci dengan cara geser. Pada sisi bawah terdapat slot kabel data USB yang juga berfungsi sebagai slot charger. Di sisi atas ada slot jack 3,5mm dan tempat gantungan tali. Pindah ke belakang bodi, pada bagian tasnya dikuasai speaker yang ditemani lensa kamera plus cermin.


Performa

Seperti pendahulunya, E6 bukanlah ponsel lemot. Setidaknya mangalami perbaikan dibandingkan kinerja E680i. Basis operasinya tetap sama, yakni Linux. Namun sejumlah aplikasi yang dihadirkan mengalami pembaruan. Dengan kemampuan layar sentuh, ponsel ini sangat pas bagi individu yang gemar ber-SMS dengan cara ‘mencolok-colok’.


Yang patut disayangkan dari performa E6 adalah miskin ruang memori internal. Hanya 8MB saja. Untungnya E6 mampu menggunakan memori jenis SD hingga 2GB.


Audio Player

Keluaran suara E6 tak perlu diragukan. Guna menyokong keluaran suara itu, E6 diperkuat equalizer dengan enam pilihan : off, bass boost, rock, treble bosst, vocal booster dan vocal reducer. Sayangnya tidak ada pilihan untuk mengedit equalizer.


File musik yang dimainkan tidak banyak, karena software yang digunakan adalah real player alias tidak ada perangkat pemutar lainnya. Seperti umumnya ponsel musik kelas atas, E6 diperkuat FM radio dan kemampuan mendengarkan musik dengan headset nirkabel melalui pola A2DP. Keberadaan jack 3,5mm juga berguna karena mudah untuk dikoneksikan ke banyak speaker.


Kamera

Punya kamera 2MP tanpa lampu kilat, sesungguhnya sudah terkategori ketinggalan jaman. Mungkin Motorola menganggap kamera bukanlah fitur andalan, sehingga tidak perlu terlalu bagus. Respon shutter lumayan cepat, sayangnya begitu obyek tertangkap dan keluar bunyi shutter, butuh waktu 3-4 detik untuk menyimpan gambar.


Untuk memperoleh hasil pemotretan terbaik, jangan lupakan fitur pendukung. Pencahayaan misalnya, bisa diatur pada normal, direct sun, incandescent dan fluorescent. Kemudian ada efek, mode pemotretan, kualitas dan ukuran foto serta pilihan folder penyimpanan hasil foto.


Kesimpulan :

+ Sistem operasi Linux
+ Ada slot jack 3,5mm
+ Bisa headset nirkabel A2DP
- Kamera tanpa lampu kilat
- Tidak mendukung 3G


(Sumber : Tabloid SMS)

10 April 2007

Motorola L6

MOTOROLA L6
Entry Level dengan Feature Menarik

Setelah meluncurkan L7 untuk kalangan menengah, kali ini Motorola mulai mencoba masuk ke segmen entry level dengan meluncurkan L6. Ia mempunyai beberapa keunikan yang mirip dengan L7, namun tentunya dengan feature yang lebih disesuaikan untuk kelasnya.


Desain tipis menjadi kelebihan

Nilai jual utama ponsel ini adalah bentuknya yang extra tipis. Untuk kategori entry level, ponsel ini memiliki ukuran paling tipis dari ponsel candybar lainnya. Dimensinya hanya 113x49x 10.9mm dan berat 91 gram. Ponsel yang mendukung triple band ini juga sudah memenuhi syarat utama untuk bisa digunakan di seluruh jaringan GSM dunia.

Selain itu, beberapa feature lain, seperti WAP 2.0 dan MIDP 2.0, membuat banyak aplikasi yang bisa di-install pada ponsel dengan memory internal 10 MB ini. Sayangnya, ponsel ini tidak mempunyai slot memori eksternal. Motorola tampaknya menganggap memori internal 10 MB sudah cukup untuk ponsel sekelas L6.

Layar STN yang berkualitas tinggi
Walaupun L6 memiliki dimensi yang tipis, Motorola tidak lupa menyediakan feature yang tergolong umum yaitu kamera VGA dengan 4x digital zoom. Kamera ini bisa digunakan untuk mengambil foto dengan resolusi 640x480 pixel ataupun untuk membuat video dengan kecepatan 7 frame per detik. Namun untuk memainkan video, ponsel ini sanggup mencapai angka 15 frame per detik. Selain itu, ponsel ini juga bisa menggunakan file MP3 sebagai ringtone. Anda bisa menggunakan feature Bluetooth yang sudah terintegrasi pada ponsel ini sebagai sarana pertukaran data. Sebagai alternatif, kabel data mini USB juga bisa digunakan (dibeli terpisah).

Feature ekstra lainnya adalah picture caller id, phonebook sampai dengan 500 entry, dan speakerphone agar pengguna bisa lebih fleksibel saat berkomunikasi. Motorola L6 ini juga mendukung feature PTT yang sayangnya sampai saat ini belum digunakan oleh operator di Indonesia. Anda juga akan menemukan feature MMS dan GPRS pada ponsel dengan layar STN 65 ribu warna ini. Satu catatan penting untuk layarnya adalah walaupun menggunakan teknologi STN, namun tampilan L6 ini masuk pada kategori sangat bagus. Bahkan, beberapa orang yang tidak mengetahui spesifikasi teknis ponsel ini bisa salah menebak jenis layarnya dan menganggapnya sebagai layar TFT.

Kesimpulan :
Motorola L6 memang ditujukan untuk pengguna entry level. Namun, featurenya cukup lengkap sehingga agak sulit untuk menempatkan ponsel ini dalam kelas entry level. Selain itu, desain yang tipis akan menambah daya tarik ponsel ini.

+ Model yang tipis
+ Ada bluetooth
- Tidak ada slot memori eksternal
- Tidak ada radio
- Resolusi kamera VGA


(Sumber : Majalah CHIP)